Bagaimana memilih UPS yang tepat
3 Mei 2013
Bagaimana memilih UPS yang tepat
Banyak penjual tidak memahami perbedaan antara satu UPS dan lainnya, apalagi end-user. Jika lingkungan pengguna memiliki pasokan generator dan ketika ada kegagalan daya, mereka harus memastikan bahwa UPS memiliki Automatic Voltage Regulator (AVR). Ketika terjadi kegagalan daya, ada jeda waktu perpindahan dari generator ke pasokan reguler, UPS harus mampu mengambil alih segera. Namun, jika UPS tidak memiliki AVR, maka tidak dapat menangani tegangan tinggi dan rendah ekstrem yang mungkin terjadi. Dalam hal ini, UPS akan gagal berfungsi atau berbunyi terus-menerus memberi sinyal kerusakan. AVR penting bagi keawetan power supply PC / peralatan elektronik. Terlalu banyak tinggi dan rendah akanmengganggu bahkan merusak power supply pada akhirnya. Lalu bagaimana cara menentukan UPS yang tepat berdasarkan kebutuhan daya ? Angka yang tertera di UPS adalah daya listrik dalam satuan ukur VA (baca : Volt Ampere) bukan output daya real dalam satuan ukur W (baca : Watt). Untuk mengetahui W maka perlu diketahui Power Factor (PF) yang mana biasanya PF dari suatu UPS berkisar antara 50% sampai dengan 85%. PF sendiri adalah factor efisiensi daya. Jadi untuk rata-rata UPS 650VA memiliki output real sebesar 650VA x 60% (rata-rata) = 390 Watt. Hitunglah dahulu konsumsi listrik peralatan elektronik / PC yang akan dihubungkan ke UPS. Kelebihan beban akan membuat UPS over-load, waktu backup singkat, bahkan membuat UPS menjadi lebih cepat rusak.
Pantauan kontinu (ZERO TRANSFER TIME)
UPS off-line tidak memiliki fitur pantauan kontinuitas pasokan daya listrik. Jadi ketika ada kegagalan listrik, kondisi iniakan membutuhkan waktu beberapa detik untuk beralih ke mode baterai. Hal ini bisa menyebabkan kegagalan hard disk dan mungkin mengakibatkan hilangnya data atau sampai batas yang serius, menyebabkan hard disk untuk crash. UPS seri on-line dilengkapi dengan fitur ini, mampu memiliki “zero switch overtime” (baca : zero transfer time), dengan demikianmampu mempertahankan stabilitas kerja dari hard disk dan melindungi aliran listrik ke CPU. Oleh karena itu seri UPS on-line sangat tepat digunakan untuk peralatan kritis seperti Server, peralatan Lab, Simulator, dll.
Perlindungan hubung singkat (Short-Circuit Protection)
UPS dengan fitur ini memastikan bahwa bila ada koneksi yang salah yang bisa menyebabkan hubungan singkat (baca : korsleting listrik) maka UPS dilindungi dan semua komponen akan terjaga dengan baik. Tidak semua UPS yang beredar di market, memiliki fitur penting ini.
Baterai dan komponen
Hampir semua produsen di market mengklaim bahwa mereka telah menggunakan baterai yang cocok untuk UPS . Selalu periksa bahwa UPS setidaknya dilengkapi dengan Baterai 7AH untuk model terendah dari UPS 600 VA. Banyak UPS di marketyang didukung oleh baterai hanya 5AH yang tidak akan cukup untuk memasok VA yang benar untuk peralatan sebagai DAYA = W. Kecurangan penggunaan battery 5AH di UPS kelas 600VA ini bisa dilakukan dengan 2 cara, cara pertama adalah benar-benar menggunakan battery 5AH atau cara kedua adalah membungkus ulang battery 5AH dengan body battery 7AH. Bahkan, beberapa produsen juga memotong biaya dengan mengurangi jumlah pemakaian Field Effect Transistor (FET) pada papan sirkuit (PCB). FET menawarkan dukungan penting untuk output VA ketika terjadi kegagalan daya. Jika tidak sesuai atau tidak cukup FET yang digunakan, maka UPS akan kelebihan beban dan papan sirkuit akan rusak dengan mudah.
